Skripsi Akuntansi
Analisis Sistem Pengendalian Internal Terhadap Penjualan ( Studi Kasus Pada PT. Arta Anugerah Alam Semarang )
Ling, Oey Sioe NIM: 1.22.05.0039 - Nama Orang;
Aktivitas utama pada PT. Arta Anugerah Alam Semarang adalah penjualan. \r\nSehingga aktivitas penjualan merupakan salah satu aktivitas rutin dalam suatu \r\nperusahaan yang akan berpengaruh kepada laba (profit) perusahaan tersebut. Penjualan \r\nmerupakan salah satu sumber pendapatan yang besar bagi perusahaan. Dalam \r\nmenjalankan aktivitas penjualan maka akan dapat ditemui adanya penyimpangan, \r\npenyelewengan, ketidakefektifan dan ketidakefisienan yang dalam hal ini akan \r\nmerugukan perusahaan sehingga diperlukan adanya suatu penilaian mengenai sistem \r\npengendalian internal pada perusahaan tersebut. Dilakukannya penilaian mengenai \r\nsistem pengendalian internal adalah untuk menjamin kelancaran aktivitas pada PT. Arta \r\nAnugerah Alam Semarang terutama aktivitas penjualan sehingga suatu masalah yang \r\nterjadi dapat diselesaikan dengan efektif, efisien, dan tepat waktu. Tujuan diadakannya \r\npenelitian ini adalah untuk menilai sistem pengendalian internal pada PT. Arta \r\nAnugerah Alam Semarang sehingga dapat digunakan sebagai tambahan bahan \r\npertimbangan dalam memilih salah satu strategi yang paling efektif dan efisien bagi \r\nperusahaan dalam pengambilan keputusan. \r\nMetode analisis yang dipilih dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. \r\nAnalisis kualitatif adalah metode penelitian yang berusaha menyajikan, menyimpulkan \r\ndan menganalisis data dengan membandingkan teori dan praktiknya pada perusahaan \r\nyang bertujuan untuk menguji sejauh mana efektifitas sistem pengendalian internal pada \r\nPT. Arta Anugerah Alam Semarang. \r\nBerdasarkan dari hasil penelitian ini mengenai evaluasi sistem pengendalian \r\ninternal penjualan snack merek B’Krezz pada PT. Arta Anugerah Alam Semarang dapat \r\nditarik kesimpulan bahwa ketidakefisienan sistem penjualan snack kurang baik. Hal ini \r\nberdasarkan hasil analisis terhadap unsur-unsur pengendalian internal penjualan snack \r\nyang kurang cukup memadai meliputi struktur organisasi dimana terdapat kelemahan \r\nyaitu tidak adanya fungsi pemisahan antara fungsi pengiriman dan fungsi penagihan \r\nkarena hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya penyelewengan pada Faktur \r\nPenjualan yang sudah jatuh tempo. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan belum \r\nditerapkan dengan baik karena setiap transaksi yang dilakukan masih ada yang belum \r\ndiotorisasi oleh pihak-pihak yang berwenang. Sedangkan praktik operasional yang sehat \r\ndan mutu karyawan yang diterapkan sudah sesuai dengan teori. Dengan demikian setiap \r\nunsur di atas tidak akan mempengaruhi penjualan snack merek B’Krezz karena \r\nkelemahan yang ada masih dapat di atasi dengan baik.
Tidak tersedia versi lain